Sugiarto's Blog

Berbagi Informasi dan Pengetahuan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Contoh Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis: Perusahaan Asuransi Bumi Putera 1912

Posted by sugiartoagribisnis pada 19 Desember 2010

1. Profil Perusahaan Asuransi Bumi Putera 1912

Bumiputera berdiri atas prakarsa seorang guru sederhana bernama M. Ng. Dwidjosewojo – Sekretaris Persatuan Guru-guru Hindia Belanda (PGHB) sekaligus Sekretaris I Pengurus Besar Budi Utomo. Dwidjosewojo menggagas pendirian perusahaan asuransi karena didorong oleh keprihatinan mendalam terhadap nasib para guru bumiputera (pribumi). Ia mencetuskan gagasannya pertama kali di Kongres Budi Utomo, tahun 1910. Dan kemudian terealisasi menjadi badan usaha – sebagai salah satu keputusan Kongres pertama PGHB di Magelang, 12 Februari 1912. Sebagai pengurus, selain M. Ng. Dwidjosewojo yang bertindak sebagai Presiden Komisaris, juga ditunjuk M.K.H. Soebroto sebagai Direktur, dan M. Adimidjojo sebagai Bendahara. Ketiga orang iniah yang kemudian dikenal sebagai “tiga serangkai” pendiri Bumiputera, sekaligus peletak batu pertama industri asuransi nasional Indonesia.

Tidak seperti perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) – yang kepemilikannya hanya oleh pemodal tertentu; sejak awal pendiriannya Bumiputera sudah menganut sistem kepemilikan dan kepenguasaan yang unik, yakni bentuk badan usaha “mutual” atau “usaha bersama”. Semua pemegang polis adalah pemilik perusahaan – yang mempercayakan wakil-wakil mereka di Badan Perwakilan Anggota (BPA) untuk mengawasi jalannya perusahaan. Asas mutualisme ini, yang kemudian dipadukan dengan idealisme dan profesionalisme pengelolanya, merupakan kekuatan utama Bumiputera hingga hari ini.

Perjalanan Bumiputera yang semula bernama Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB (O.L. Mij. PGHB) kini mencapai 9 dasawarsa. Sepanjang itu, tentu saja, tidak lepas dari pasang surut. Sejarah Bumiputera sekaligus mencatat perjalanan Bangsa Indonesia. Termasuk, misalnya, peristiwa sanering mata uang rupiah di tahun 1965 – yang memangkas asset perusahaan ini; dan bencana paling hangat – multikrisis di penghujung millenium kedua. Di luar itu, Bumiputera juga menyaksikan tumbuh, berkembang, dan tumbangnya perusahaan sejenis yang tidak sanggup menghadapi ujian zaman – mungkin karena persaingan atau badai krisis. Semua ini menjadi cermin berharga dari lingkungan yang menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk upaya mempertahankan keberlangsungan.

Memasuki millenium ketiga, Bumiputera yang mengkaryakan sekitar 18.000 pekerja, melindungi lebih dari 9.7 juta jiwa rakyat Indonesia, dengan jaringan kantor sebanyak 576 di seluruh pelosok Indonesia; tengah berada di tengah pencapaian baru industri asuransi Indonesia. Sejumlah perusahaan asing menyerbu dan masuk menggarap pasar domestik. Mereka menjadi rekan sepermainan yang ikut meramaikan dan bersama-sama membesarkan industri yang dirintis oleh pendiri Bumiputera, 96 tahun lampau. Bagi Bumiputera, iklim kompetisi ini meniupkan semangat baru; karena makin menegaskan perlunya komitmen, kerja keras, dan profesionalisme. Namun, berbekal pengalaman panjang melayani rakyat Indonesia berasuransi hampir seabad, menjadikan Bumiputera bertekad untuk tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, menjadi asuransi Bangsa Indonesia – sebagaimana visi awal pendirinya. Bumiputera ingin senantiasa berada di benak dan di hati rakyat Indonesia.

2. Analisis lingkungan bisnis

Ø  Linkungan eksternal

  • Makro

1. Keadaan alam

Kedaan alam Indonesia yang luas dan rawan bencana mendukung pertumbuhan persahaan asuransi ini. Banyaknya bencana akibat keganasan alam telah memakan banyak korban dan di sini suransi jiwa sangat diperlukan dalam menjamin keuangan seseorang di akhir hayatnya.

2. Politik dan hankam

Pengaruh politik dan pertahanan & keamana (HANKAM) terhadap perkembangan perusahaan jasa asuransi ini ini sagat jelas terasa. Di mana multikrisis di penghujung millenium kedua akibat kekecauan politik saat penghancuran rezim orde lama menyebabkan aset perusahaan kritis karena kurs rupiah melemah terhadap dollar AS.

3. Hukum

Perusahaan yang awalnya bernama Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB (O.L. Mij. PGHB) ini sudah pasti legal secara hukum dan UU yang berlaku di Indonesia. Namun dalam profilenya tidak dicantumkan SK dari dinas terkait tentang pelegalannya.

Dengan adanya landasan hukum yang melegalkannya maka perusahaan ini dipercaya oleh masyarakat sehingga Bumiputera 1912 bisa  mengkaryakan sekitar 18.000 pekerja, melindungi lebih dari 9,7 juta jiwa rakyat Indonesia, dengan jaringan kantor sebanyak 576 di seluruh pelosok Indonesia.

4. Perekonomian

Keadaan ekonomi sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan ini. Keadaan ekonomi yang bagus mendukung terhadap kelancaran aktivitasnya. Namun keadaan ekonomi yang carut marut misalnya, peristiwa sanering mata uang rupiah di tahun 1965  yang memangkas asset perusahaan ini dan multikrisis di penghujung millenium kedua membuat kinerja perusahaan terhambat.

5. Pendidikan & teknologi

Pendidikan dan kaulifikasi yang dimiliki SDM Indosia sangat mempengaruhi terhadap ketersediaan tenaga profesional di bidang perasuransian ini. Melihat  jumlah karyawannya yang sampai sekitar 18.000 orang, bisa dikatakan SDM yang ada sudah bisa memenuhi kualifikasi yang diinginkan perusahaan ini.

Selain itu perkembangan teknologi informasi teknik (sistem operasi, bahasa pemrogaman, sistem manajemen database, network, telekomunikasi, dan lain-lain) di dalam organisasi sangat berperan dalam kemajuan perusahaan ini.

Teknologi informasi yang digunakan yang dapat dgunakan dalam perusahan ini misalnya:  aplikasi infrastruktur, seperti order entry pembukaan rekening bank, analisis penjualan dan sistem pembayaran, yang merupakan bentuk proses bisnis sesungguhnya.

6. Sosial budaya

Aspek sosial budaya khususnya minat terhadap jasa asuransi berpengaruh terhadap perkembanagan perusahaan ini. Tingkat kepercayaan terhadap asuransi yang bagus telah membuat kemajuan pesat, buktinya perusahaan ini telah memiliki banyak nasabah yang dilindungi dengan jumlah lebih dari 9.7 juta jiwa rakyat Indonesia dengan jaringan kantor sebanyak 576 di seluruh pelosok Indonesia; dan merupakan pencapaian baru industri asuransi Indonesia

7. Kependudukan

Aspek lingkungan kependudukan terhadap perusahaan di Indonesia sangat penting dalam hal ketersediaan SDM dan sasaran pasar dari produk perusahaan tersebut. Indonesia adalah negara yang luas dan  memiliki jumlah pendudk yang banyak sangat menunjang terhadap prospek perkembangan perusahaan dan juga perekonomian negaranya. Jumlah penduduk Indonesia yang banyak dengan penyebaran yang luas pula memungkinkan perusahaan ini untuk bisa memeilih dan mendapatkan SDM berkualitas sebagai karyawan, serta konsumen dari produknya. Maka tidak heran jika Bumiputera 1912 bisa  mengkaryakan sekitar 18.000 pekerja, melindungi lebih dari 9,7 juta jiwa rakyat Indonesia, dengan jaringan kantor sebanyak 576 di seluruh pelosok Indonesia.

8. Hubungan internasional

Sistem perekonomian Indonisia yang terbuka dengan menjalin hubungan internasional dengan beberapa negara, membuat adanya kebebesan ekspor-impor antar negara serta kebebasan berinvestasi dan berbisnis. Dengan keadaan seperti itu, efeknya terhadap perusahaan asuransi ini sangat jelas, di mana sejumlah perusahaan asing menyerbu dan masuk menggarap pasar domestik. Mereka menjadi kompetitor atau jaga menjadi rekan sepermainan yang ikut meramaikan dan bersama-sama membesarkan industri yang dirintis oleh pendiri Bumiputera, 96 tahun lampau.

 

  • Mikro

1. Pemasok

Peran pemasok sepertinya tidak ada dalam perusahaan asuransi Bumiputera 1912 ini. Karena perusahaan ini adalah perusahaan jasa yang tidak memebutuhkan bahan baku produk seperti perusahaan barang. Mungkin yang dibutuhkan hanyalah informan tentang tempat-tempat atau keadaan sosial masyarkat yang dibutuhkan ketika mau membuka kantor cabang di daerah baru. Informan di sini bertindak sebagai pemasok informasi.

2. Perantara

Perantara yang berperan dalam perusahaan asuransi Bumiputera 1912 di sini mungkin adalah konsultan keasuransian.

3. Teknologi

Untuk mencapai kemajuan yang maksimal, perusahaan perlu menyesuaikan sumber daya-sumber daya internal organisasi dengan kesempatan dan risiko lingkungan sehingga kecepatan dan kepekaan dalam menghadapi perubahan-perubahan dari luar sangat dibutuhkan dan teknologi informasi sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Teknologi informasi bermanfaat dalam menambah kecepatan dan kepekaan menanggapi perubahan-perubahan dari luar dimana kecepatan merespon sangat penting bagi inovasi. Seperti disebutkan dalam sebuah buku ada empat dimensi infrastruktur teknologi aspek manusia yaitu: (1) pengetahuan dan keahlian manajemen tentang teknologi informasi, (2) pengetahuan dan keahlian fungsional tentang bisnis, (3) keahlian interpersonal dan manajemen, dan (4) pengetahuan dan keahlian teknikal. Pengetahuan dan keahlian manajemen tentang teknologi berhubungan dengan dimana dan bagaimana menyebarkan teknologi informasi secara efektif dan menguntungkan untuk mencapai tujuan-tujuan strategi bisnis. Pengetahuan dan keahlian fungsional tentang bisnis meliputi tingkat pengetahuan dan variasi fungsi di dalam bisnis dan kemampuan untuk mengetahui semua lingkungan bisnis. Keahlian interpersonal dan manajemen meliputi kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan personal dalam area fungsional dan untuk bekerja di dalam suatu lingkungan kolaborasi, serta kemampuan untuk memimpin tim proyek Pengetahuan dan keahlian teknikal mengukur dalam dan luasnya keistimewaan teknologi informasi teknik (sistem operasi, bahasa pemrogaman, sistem manajemen database, network, telekomunikasi, dan lain-lain) di dalam organisasi.

Dengan jaringan kantor sebanyak 576 di seluruh pelosok Indonesia, perusahaan asuransi Bumiputera 1912 sepertinya telah dapat mengadopsi teknologi dalam pengembangan proses dan metode kerja dalam perusahaan tersebut.

4. Pasar

Jumlah penduduk Indonesia yang banyak dengan penyebaran yang luas pula memungkinkan perusahaan ini untuk mendapatkan konsumen dari produknya. Penduduk negara Indonesia yang jumlahnya di atas 200.000 ribu jiwa adalah pasar yang sangat menjanjikan terhadap perusahaan asuransi ini. Maka tidak heran jika Bumiputera 1912 memiliki nasabah lebih dari 9,7 juta jiwa rakyat Indonesia dengan jaringan kantor sebanyak 576 di seluruh pelosok Indonesia.

About these ads

3 Tanggapan to “Contoh Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis: Perusahaan Asuransi Bumi Putera 1912”

  1. amin said

    bos…untuk lingkungan umumnya mana…?? tolong ya

  2. […] sugiartoagribisnis.wordpress.com […]

  3. […] sugiartoagribisnis.wordpress.com […]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: