Sugiarto's Blog

Berbagi Informasi dan Pengetahuan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Mungkinkah Asia Menjadi Kiblat Sepakbola Dunia ?

Posted by sugiartoagribisnis pada 30 Mei 2010

Asia menyumbangkan kontribusi besar kepada kompetisi liga Eropa.

Asia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Dari taksiran 6,8 miliar jumlah anak manusia di bumi, 60 persen diperkirakan bermukim di Asia.

Tapi dengan potensi penduduk yang besar tadi, mengapa sepakbola Asia masih belum berkembang pesat dibandingkan di daratan Eropa? Adakah yang salah dengan pengembangan model sepakbola di benua ini?

Sebelum menjawab pertanyaan tadi, mari terlebih dahulu kita menyimak sejumlah fakta yang lahir di Asia berkat hadirnya sepakbola dari benua Eropa.

Dalam sebuah laporan diungkapkan Asia merupakan pemberi kontribusi terbesar untuk tayangan Liga Primer Inggris, di luar negara asalnya. Diperkirakan ada dana yang mengalir hingga $1 miliar per musim dari pembelian hak siar Liga Primer.

Dua tahun lalu, Claire Kenny Tipton, direktur Pemasaran dan Media Komunikasi dari Konfederasi Sepakbola Asia [AFC], menyampaikan juga sebuah temuan menarik. Dia mengungkapkan 61 persen dari semua pemasukan sepakbola di Asia ternyata mengalir juga ke Liga Primer. Lalu secara regional, yang terbanyak berasal dari kawasan Asia Tenggara.

Claire menyampaikan dari angka yang disebutkannya tadi, ditarik kesimpulan ternyata fans di Asia ini mempunyai kecenderungan yang agak berbeda dengan para penggemar sepakbola di Eropa.
“Salah satu persoalannya di sejumlah negara, kecuali Indonesia, banyak fan tidak mau pergi ke stadion,” katanya.

“Mereka ternyata tak pernah bersedia untuk menonton sepakbola secara langsung. Mereka juga tidak bermain sepakbola tapi mereka hanya mau menyaksikannya melalui televisi saja.”

“Mereka bersama dengan rekan-rekannya ke luar atau nongkrong di gerai-gerai kopi. Mereka mengaku pendukung Manchester United, Liverpool, atau Real Madrid, tapi mereka hanya akan membeli kostumnya saja. Lainnya tidak!”

Sekelumit fakta ini mungkin tak bisa membuat kesimpulan untuk melihat mengapa kemudian sepakbola di Asia belum bisa maju layaknya sepakbola di Eropa yang telah menjadi industri.

Tapi bagaimanapun, temuan-temuan tadi pada dasarnya memberikan sedikit gambaran, Asia memang sangat berpotensi untuk menjadi kiblat sepakbola di dunia. Potensi itu tercermin dari populasi serta antusiasme penduduk Asia terhadap sepakbola yang menjual ‘nilai-nilai kompetitif dan menghibur’. Yakni, nilai-nilai yang telah diperlihatkan seperti di kompetisi Liga Primer ataupun Primera Liga Spanyol.

Untuk menuju tahapan membangun kompetisi yang bernilai kompetitif serta menghibur, presiden Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) Mohamed bin Hammam dalam mengaku masih menemui banyak halangan.

Tapi usaha untuk membangun impian menjadikan Asia sebagai kiblat sepakbola dunia bukanlah sekedar jargon. Impian itu sebenarnya sudah mulai dirintis sejak satu dekade silam. Di antaranya dengan mendatangkan eks pemain bintang dunia ke Asia.

Sebut saja nama-nama pemain bintang asal Brasil semacam Bebeto, Zico, Juninho. Lalu ada juga Robbie Fowler yang pernah merumput di Australia. Bahkan di Indonesia, upaya untuk mendongkrak kualitas kompetisi pernah juga mendatangkan pemain bintang asal Kamerun Roger Milla serta bintang Argentina Mario Kempes. Memang para pemain bintang yang merumput di daratan Asia itu datang pada masa yang sudah tidak lagi subur sebagai pemain.

Tapi, di sinilah tantangannya. Jika kompetisi Asia telah terbangun dengan baik, rasanya persoalan yang hingga kini masih terjadi, bisa saja berubah. Tapi butuh waktu berapa lama?

Semuanya hanya tinggal tekad para pengelola kompetisi di negara-negara Asia maupun pemain Asia yang bisa mewujudkan semua impian itu. Dan yang pasti, dukungan fans untuk memberikan suport kepada tim jangan pernah pupus.


Bagaimana tanggapan Anda terhadap potensi Asia? Bisakah benua ini memaksimalkan potensinya untuk menjadi kawasan yang bisa menghasilkan kompetisi sepakbola yang menarik dan menghibur?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: