Sugiarto's Blog

Berbagi Informasi dan Pengetahuan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

AGRIBISNIS HOLTIKULTURA : Fokus Bahasan Pada Sayuran Bayam (Amaranthus spp.)

Posted by sugiartoagribisnis pada 24 April 2011

Budidaya Bayam

Bayam (Amaranthus spp.) merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral, dapat tumbuh sepanjang tahun pada ketinggian sampai dengan 1000 m dpl dengan pengairan secukupnya.

Terdapat 3 jenis sayuran bayam, yaitu:

  1. Bayam cabut, batangnya berwarna merah juga ada berwarna hijau keputih-putihan.
  2. Bayam petik, pertumbuhannya lebih tegak serta berdaun lebar, warna daun hijau tua dan ada yang berwarna kemerah-merahan.
  3. Bayam yang biasa dicabut dan juga dapat dipetik. Jenis bayam ini tumbuh tegak, berdaun besar berwarna hijau keabu-abuan.
  • Teknologi Budidaya

1.     Benih

Bayam dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih harus cukup tua (+ 3  bulan).  Benih  yang  muda , daya simpannya tidak lama dan tingkat perkecambahannya rendah. Benih  bayam  yang  tua  dapat disimpan selama satu tahun

2.     Persiapan Lahan

Lahan dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm.

3.     Pemupukan

Setelah bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam berikan pupuk dasar (pupuk kandang kotoran ayam) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter tambahkan Urea 150 kg/ha (15 g/m2) diaduk dengan air dan disiramkan kepada tanaman pada sore hari 10 hari setelah penaburan benih, jika perlu berikan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 2 minggu setelah penaburan benih.

4.     Penanaman/Penaburan Benih

Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

  1. Ditebar langsung di atas bedengan, yaitu biji dicampur dengan pupuk kandang yang telah dihancurkan dan ditebar secara merata di atas bedengan.
  2. Ditebar pada larikan/barisan dengan jarak 10-15 cm, kemudian ditutup dengan lapisan tanah.
  3. Disemai setelah tumbuh (sekitar 10 hari) bibit dibumbun dan dipelihara selama + 3 minggu. Selanjutnya dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanam 50 x 30 cm. Biasanya untuk bayam petik.

5.     Pemeliharaan

Bayam yang jarang terserang penyakit (yang ditularkan melalui tanah), adalah bayam cabut. Bayam dapat berproduksi dengan baik asalkan kesuburan tanahnya selalu dipertahankan, misalnya dengan pemupukan organik yang teratur dan kecukupan air, untuk tanaman muda (sampai satu minggu setelah tanam) membutuhkan air 4 l/m2/hari dan menjelang dewasa tanaman ini membutuhkan air sekitar 8 l/m2/hari.

6.     Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Jenis hama yang sering menyerang tanaman bayam diantaranya ulat daun, kutu daun, penggorok daun dan belalang. Penyakit yang sering dijumpai adalah rebah kecambah (Rhizoctonia solani) dan penyakit karat putih (Albugo sp.). Untuk pengendalian OPT gunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

Penanganan Pasca Panen dan Pemasaran

  • Panen.

Bayam cabut biasanya dipanen apabila tinggi tanaman kira-kira 20 cm, yaitu pada umur 3 sampai dengan 4 minggu setelah tanam. Tanaman ini dapat dicabut dengan akarnya ataupun dipotong pangkalnya. Sedangkan bayam petik biasanya mulai dapat dipanen pada umur 1 sampai dengan 1,5 bulan dengan interval pemetikan seminggu sekali.

  • Pasca Panen

Tempatkan bayam baru panen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin untuk menjaga kesegarannya.

  • Pemasaran

Untuk proses pemasaran bayam di sini dibahas berdasarkan hasil wawancara dengan pedagang sayur di Pasar Kamal Kabupaten Bangkalan.

Dalam Pemasaran bayam yang dilakukan oleh pedagang sayur di Pasar Kamal terdapat fungsi pemasaran sebagai berikut :

a.      Pembelian

Untuk pembelian yang dilakukan oleh pedagang sayur di Pasar Kamal adalah dari tengkulak besar atau bisa disebut agen di Pasar Keputran Surabaya. Harga belinya adalah Rp. 600/ikat.Hal in dilakukan karena di sekitar Kamal-Bangkalan tidak ada yang membudidayakan bayam untuk jenis bayam cabut ini. Selain itu kendala cuacajuga berpengaruh.

b.      Penjualan

Penjualan yang dilakukan oleh pedagang sayur di Pasar Kamal yaitu dengan ditata di stand dan menunggu pembeli datang. Adapun harga jualnya adalah Rp.1000/ikat.

c.       Pembiayaan

Pembiayaan dalam pemasaran yang dilakukan hanya terbatas pada biaya pajak tempat pendirian stand. Ini dikarenakan tidak adanya promosi ataupun periklanan yang menyedot dana seperti pada barang-barang industri ataupun pada tingkat pedagang besar yang pemasarannya lebih tertata rapi.

d.      Risiko

Adapun risiko yang dihadapi oleh pedagang pedagang sayur di Pasar Kamal adalah kerusakan sayur bayam tersebut apabila tidak cepat laku. Ini seperti kita ketahui bersama bahwa komoditas pertanian memilki karakteristik yang mudah rusak. Hal lain juga dipengaruhi oleh cuaca. Di mana pada saat hujan volume penjualan sangat sedikit karena konsumen enggan membeli ke pasar.

Regulasi Pemerintah Tentang Sayur Bayam

Regulasi pemerintah sebenarnya tidak ada yang spesifik tentang sayur bayam. Namun hanya ada beberapa aturan tentang sayuran secara umum, di antaranya :

  1. Undang- Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3482);
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 35, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4196);
  3. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18/ PERMENTAN/ OT.140/ 2/ 2008, Tentang Persyaratan Dan Tindakan Karantina Tumbuhan Untuk Pemasukan Hasil Tumbuhan Hidup Berupa Sayuran Umbi Lapis Segar Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Ketiga Peraturan Pemerintah di atas kemudian menjadi landasan terbentunya “KEPUTUSAN KEPALA BADAN KARANTINA PERTANIAN” Nomor : 208 / Kpts / HK.030/L/6/.2008 tentang “Persyaratan dan Tindakan Karantina Tumbuhan Untuk Pemasukan Hasil Tumbuhan Hidup Berupa Sayuran Umbi Lapis Segar ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia”.

Adapun tujuan regulasi itu adalah mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan karantina dari luar negeri kedalam wilayah Negara Republik Indonesia melalui pemasukan tumbuhan hidup berupa sayuran umbi lapis segar.

Satu Tanggapan to “AGRIBISNIS HOLTIKULTURA : Fokus Bahasan Pada Sayuran Bayam (Amaranthus spp.)”

  1. aslan said

    rantai pemasaran hasil produksi petani harus ikut didalamnya jika petani ingin mendapatkan nilai lebih dari hasil produksinya, kalau tidak pedaganglah yang diuntungkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: