Sugiarto's Blog

Berbagi Informasi dan Pengetahuan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Archive for the ‘Religi’ Category

Akhlak, Bukan Sekedar Etiket

Posted by sugiartoagribisnis pada 8 Mei 2010

Makhluk yang berakhlak adalah makhluk yang bertindak yang terkait dengan keberadaan khalik (Pencipta). Akhlak tidak dapat dikatakan hanya sebagai tindakan an sich. Akhlak mencakup segala aktivitas manusia dan jin, mulai dari aktivitas pikiran hingga badan. Dari itulah kemudian muncul sebutan akhlakul karimah dan akhlakul mazmumah. Akhlakul karimah adalah akhlak yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul, sedangkan akhlakul mazmumah adalah akhlak yang tidak sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul.

Lalu bagaimana dengan yang diseru-serukan oleh para humanis atau bahkan ateis tentang tindakan manusia, kebaikan dan keburukan? Pada dasarnya sesuatu dinilai sebagai akhlakul karimah karena kesesuaiannya dengan tuntunan Allah dan Rasul. Sedangkan yang diseru-serukan oleh kaum humanis dan ateis tidak dapat disebut sebagai akhlakul karimah. Mengapa? Oleh karena, jika dilihat secara utuh, mulai dari dasar tindakan (niat) dan cara bertindak, kaum humanis dan ateis tidak menjadikan tindakannya berdasarkan tuntunan dan didedikasikan kepada Allah (ikhlash). Sehingga tindakannya hanyalah seperti fatamorgana, tidak lebih.

Oleh sebab itu, akhlak tidak menjadi sekedar etiket atau tatakrama atau sopan santun, melainkan melampaui itu semua.

Iklan

Posted in Religi | Leave a Comment »

KARAKTERISTIK ISLAM

Posted by sugiartoagribisnis pada 8 Mei 2010

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu di dunia dan berbuat baikklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi ini. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS al-Qashash, 28 : 77)

Sebagai muslim, kita tentu ingin menjadi muslim yang sejati. Untuk itu, seorang muslim harus menjalankan ajaran Islam secara kâffah (total, menyeluruh), bukan hanya mementingkan satu aspek dari ajaran Islam lalu mengabaikan aspek yang lainnya. Oleh karena itu, pemahaman kita terhadap ajaran Islam secara syâmil (menyeluruh) dan kâmil (sempurna) menjadi satu keharusan. Disinilah letak pentingnya kita memahami karakteristik atau ciri-ciri khas ajaran Islam dengan baik.

Dr. Yusuf al-Qaradhawi dalam bukunya Khashâish al-Âmmah Lil Islâm menyebutkan bahwa karakteristik ajaran Islam itu terdiri dari tujuh hal penting yang tidak terdapat dalam agama lain, dan ini pula yang menjadi salah satu sebab mengapa hingga sekarang ini begitu banyak orang yang tertarik kepada Islam sehingga mereka menyatakan diri masuk ke dalam Islam. Ini pula yang menjadi sebab, mengapa hanya Islam satu-satunya agama yang tidak “takut” dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, ketujuh karakteristik ajaran Islam sangat penting untuk kita pahami. Baca entri selengkapnya »

Posted in Religi | Leave a Comment »

AKHLAK DAN TASAWUF

Posted by sugiartoagribisnis pada 5 Mei 2010

PENGERTIAN AKHLAK DAN TASAWUF

Pengertian Akhlak:

Secara bahasa akhlak berasal dari kata  اخلق – يخلق – اخلاقا  artinya perangai, kebiasaan, watak, peradaban yang baik, agama. Kata akhlak sama dengan kata khuluq. Dasarnya adalah:

1. QS. Al- Qalam: 4: وانك لعلى خلق عظيم

2. QS. Asy-Syu’ara: 137: ان هذا الا خلق الاولين

3. Hadis :انما بعثت لاتمم مكارم الاخلاق

  • Menurut Istilah, akhlak adalah:
  1. Ibnu Miskawaih: sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melaksanakan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran danpertimbangan.
  2. Imam Ghazali: sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan yang mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Religi | 2 Comments »

Peranan Akhlak Dalam Da’wah

Posted by sugiartoagribisnis pada 5 Mei 2010

Dalam bukunya Bagaimana Menyentuh Hati, Abbas As-Siisy mengatakan bahwa permasalahan yang menghadang seorang penyeru di jalan Allah ta’aala (da’i) adalah permasalahan yang muncul dari dalam dirinya. Sebagaimana dalam pepatah bahasa Arab dikatakan:

فاقد شئ لا يعطيه

”Orang yang tidak memiliki sesuatu, tak mungkin bisa memberikan apa-apa.”

Sesorang yang tidak memiliki kunci, maka sulit baginya untuk masuk. Manusia yang hatinya terkunci sehingga sulit dimasuki oleh da’wah, bagaikan brankas besar yang sebenarnya dapat dibuka hanya dengan kunci yang kecil. Demikianlah persoalannya. Sesungguhnya berpulang kepada diri sang da’i itu sendiri, yakni menyangkut potensi dirinya secara ruhiah, di samping kecakapannya untuk membuat program serta ketahanan dalam mewujudannya.

Jika kita tahu bahwa setan menyusun program untuk para pengikutnya dengan langkah-langkah yang bertahap, maka sudah selayaknya sorang penyeru di jalan Allah ta’aala menyusun program dan langkah-langkah untuk merebut hati sasaran da’wahnya. Sungguh sangat berbeda antara tujuan setan dengan tujuan orang-orang yang beriman.

Oleh karenanya, tidak pantas bagi orang beriman untuk merasa lemah mental ketika terlibat dalam the battle of hearts and minds (pertarungan merebut hati dan fikiran umat manusia).

وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

”Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah ta’aala apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah ta’aala Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS An-Nisa ayat 104)

Berdasarkan ayat di atas jelas bahwa kedua belah fihak sama-sama menghadapi rintangan dalam da’wahnya masing-masing. Para penyeru di jalan Allah ta’aala menderita kesakitan.Sedangkan pasukan setan yang berda’wah di jalan thaghut juga menderita kesakitan. Tapi satu hal yang pasti ialah bahwa tujuan aktifitasnya berbeda. Para da’i senantiasa mengharap dari Allah ta’aala sesuatu yang tidak diharapkan oleh para penyeru di jalan thaghut. Orang beriman jelas mengharapkan Ridho dan Rahmat Allah ta’aala. Sedangkan pasukan musuh hanya mengharapkan sesuatu yang dibatasi oleh dunia yang fana ini.

Mungkinkah seorang da’i mengajak orang lain kepada Rahmat Allah ta’aala tanpa memberikan kasih sayang kepada sasaran da’wahnya? Jika tatapan mata yang dipenuhi dengan rasa iri dan dengki dapat memberikan mudharat, maka tentunya tatapan mata yang dipenuhi rasa iman dan kasih sayang akan menimbulkan cinta dan keimanan.

Perasaan dan kasih sayang adalah ”bahasa” internasional yang dipergunakan oleh penyeru di jalan Allah ta’aala dalam menghadapi seluruh penduduk bumi, hingga kepada orang bisu sekalipun.

”Bahasa” ini ibarat mata uang yang ditetapkan untuk dipakai oleh setiap negara secara internasional. Dengan ”bahasa” inilah generasi pertama ummat ini menaklukkan dunia. Mereka adalah lentera kehidupan. Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda mengomentari seorang sahabat mulia sebagai berikut:

إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ

“Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang disukai Allah ta’aala: lemah-lembut dan sabar.” (HR Muslim 24)

Mengapa generasi awal ummat ini, yakni para sahabat radhiyallahu ’anhum begitu mulia akhlaknya? Karena mereka menyaksikan dan meneladani pemimpin mereka yang sungguh akhlaknya sangat mulia, yakni Nabiyullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Demikianlah Allah ta’aala abadikan performa penuh pesona Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dalam ayat sebagai berikut:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

”Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS Ali Imran ayat 159) Baca entri selengkapnya »

Posted in Religi | Leave a Comment »

ETIKA, MORAL, DAN AKHLAK DALAM ISLAM

Posted by sugiartoagribisnis pada 5 Mei 2010

Dalam pandangan islam, akhlak merupakan cermin dari apa yang ada dalam jiwa seseorang. Karena itu akhlak yang baik merupakan dorongan dari keimanan seseorang, sebab keimanan harus ditampilkan dalam perilaku nyata sehari-hari.

Pada saat ini, kehidupan semakin sulit di mana kebutuhan semakin kompleks namun sarana pemenuhan kenutuhan terbatas. Ada sebagian orang yang belum dapat memenuhi kebutuhanya, sehingga menyebabkan beberapa dari mereka menghalalkan segala cara untuk bisa memenuhi kebutuhanya. Terutama pada saat ini banyak orang beranggapan bahwa harta adalah prioritas utama

Akhlak tercela tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja namun juga terjadi pada sebagian besar para remaja. Remaja sering dikaitkan dengan masalah. Banyak pengaruh serta tekanan dari luar yang kebanyakan menjerumuskan kepada hal-hal yang negatif. Apabila sudah terpedaya pada hal-hal yang negatif, akhlak remaja mudah rusak sehingga menimbulkan berbagai masalah. Padahal pemuda adalah generasi penerus bangsa, namun pada kenyatanya sebagian besar remaja pada saat ini sudah terjerumus dalam hal negatif, seperti seks bebas, narkoba, dan lain-lain. Baca entri selengkapnya »

Posted in Religi | 3 Comments »

Pemikiran Islam

Posted by sugiartoagribisnis pada 8 April 2010

Pemikiran Islam adalah pemikiran yang khas, lain daripada yang lain. Ini wajar, sebab pemikiran Islam berasal dari wahyu atau bersandarkan pada penjelasan wahyu, sedangkan pemikiran-pemikiran yang lain yang berkembang di antara manusia, baik itu berupa agama-agama non samawi, ideologi-ideologi politik dan ekonomi, maupun teori-teori sosial sekedar muncul dari kejeniusan berfikir manusia yang melahirkannya.

Namun perlu disadari, bahwa sekalipun pemikiran Islam berasal dari wahyu yang turun dari langit, pemikiran islam adalah diturunkan ke bumi untuk menjadi petunjuk bagi manusia di bumi. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Al Kitab (al-Qur’an) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk, maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.” (Qs. az-Zumar [39]: 41).

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (Qs. al-Baqarah [2]: 185).

Oleh karena itu, agar bisa memahami keberadaan pemikiran islam sebagai petunjuk amal perbuatan manusia, maka perlu dipahami karakteristik pemikiran Islam. Baca entri selengkapnya »

Posted in Religi | Leave a Comment »

Akhlakul Karimah dan Pengertiannya

Posted by sugiartoagribisnis pada 8 April 2010

Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, akhlak diartikan sebagai budi  pekerti atau kelakuan. Dalam Bahasa Arab kata akhlak (akhlaq) diartikan sebagai tabiat, perangai, kebiasaan, bahkan agama. Meskipun kata akhlak berasal dari Bahasa Arab, tetapi kata akhlak tidak  terdapat di dalam Al-Qur’an. Kebanyakan kata akhlak dijumpai dalam hadis. Satu-satunya kata yang ditemukan semakna akhlak dalam al-Qur’an adalah bentuk tunggal, yaitu khuluq, tercantum dalam surat al-Qalam ayat 4: Wa innaka la’ala khuluqin ‘adzim, yang artinya: Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung.

Sedang­kan hadis yang sangat populer menyebut akhlak adalah hadis riwayat Malik, Innama bu’itstu liutammima makarima al akhlaqi,yang artinya: Bahwasanya aku (Muhammad) diutus menjadi Rasul tak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia.Perjalanan keilmuan selanjutnya kemudian mengenal istilah-istilah adab (tatakrama), etika, moral, karakter disamping kata akhlak itu sendiri, dan masing-masing mempunyai definisi yang berbeda. Baca entri selengkapnya »

Posted in Religi | 3 Comments »

Kedudukan Wanita Dalam Islam

Posted by sugiartoagribisnis pada 8 April 2010

Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.

Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya

Wanita Berbeda Dengan Laki-Laki

Allah berfirman,

وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56)

Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain.

Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing.

Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan.

Allah berfirman,

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى

“Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36)

Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya.

Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?” Maka turunlah ayat yang artinya, “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…” (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya)

Saudariku, maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Baca entri selengkapnya »

Posted in Religi | Leave a Comment »

AKHLAK DAN TASAWUF

Posted by sugiartoagribisnis pada 8 April 2010

PENGERTIAN AKHLAK DAN TASAWUF

Pengertian Akhlak:

  • Secara bahasa akhlak berasal dari kata  اخلق – يخلق – اخلاقا  artinya perangai, kebiasaan, watak, peradaban yang baik, agama. Kata akhlak sama dengan kata khuluq. Dasarnya adalah:

1. QS. Al- Qalam: 4: وانك لعلى خلق عظيم

2. QS. Asy-Syu’ara: 137: ان هذا الا خلق الاولين

3. Hadis :انما بعثت لاتمم مكارم الاخلاق

  • Menurut Istilah, akhlak adalah:
  1. Ibnu Miskawaih: sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melaksanakan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran danpertimbangan.
  2. Imam Ghazali: sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan yang mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Religi | 3 Comments »

Tujuan Syariat Islam

Posted by sugiartoagribisnis pada 8 April 2010

Diturunkannya Syariat Islam kepada manusia tentu memiliki “tujuan” yang sangat mulia. Paling tida, ada “delapan” tujuan. Pertama, memelihara atau melindungi agama dan sekaligus memberikan hak kepada setiap orang untuk memilih antara beriman atau tidak, karena, “Tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam” (QS. Al Baqaarah, 2:256). Manusia diberi kebebasan mutlak untuk memilih, “…Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir” (QS. Al Kahfi, 18:29).

Pada hakikatnya, Islam sangat menghormati dan menghargai hak setiap manusia, bahkan kepada kita sebagai mu’min tidak dibenarkan memaksa orang-orang kafir untuk masuk Islam. Berdakwah untuk menyampaikan kebenaran-Nya adalah kewajiban. Namun demikian jika memaksa maka akan terkesan seolah-olah kita butuh dengan keislaman mereka, padahal bagaimana mungkin kita butuh keislaman orang lain, sedangkan Allah SWT saja tidak butuh dengan keislaman seseorang. Tetapi bila seseorang dengan kesadarannya sendiri akhirnya masuk Islam, maka wajib dipaksa oleh Ulul Amri untuk melaksanakan Syariat Islam. Baca entri selengkapnya »

Posted in Religi | Leave a Comment »